Akhir-akhir ini AI begitu mendominasi pemberitaan dan pembicaraan bahkan untuk awam sekalipun. AI bisa ini lah, bisa itu lah. Bahkan sekarang AI bisa untuk membuat video. Sungguh kemampuan yang mengesankan meski masih bayi. Tapi apakah AI akan bisa mengalahkan seni otentik manusia?
Pertanyaan itu menjadi penting karena dimana posisi seni setelah era AI. Orang yang tidak bisa menggambar hanya dengan berbekal prompt mereka bisa menghasilkan karya yang mengundang decak kagum bagi yang melihatnya. Orang yang tidak bisa membuat lagu tetiba bisa menghasilkan karya.
Apa itu salah? Tentu tidak, tetapi hasil karya-karya seni oleh AI jika kita amati kesemuanya memiliki template dan kekauan yang tidak bisa menendang jiwa. Seolah jiwa kita tahu bahwa itu bukan buatan manusia tetapi robot. Gambar yang secara kasat mata bagus tetapi ada pembisik di dalam hati yang mengatakan bahwa itu karya AI. Apakah hanya perasaaan saya saja atau semua yang melihat. Tapi entalah menurut saya seni hasil karya AI adalah garing hehehe.